Oleh: Yudi Wahyudin | 13.Mei.2008

KONSERVASI DAN BISNIS

by :  YUDI WAHYUDIN

Artikel pada Kolom Teras Edisi Nomor 01/Th.V/2004, ISSN 1410-9514.

 

Kelangkaan barang dan jasa yang berasal dari alam dewasa ini telah membuka mata dan kesadaran pelaku bisnis untuk memperhitungkan pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.  Sebenarnya, pemanfaatan berkelanjutan merupakan salah satu yang diamanatkan Agenda 21.  Dalam Agenda 21 disebutkan bahwa pembangunan berkelanjutan haruslah mampu menunjukkan performa baik pada tiga indikator keberlanjutan, yaitu kesejahteraan sosial, stabilitas ekonomi dan keberlanjutan sumberdaya alam dan lingkungan. 

Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan terpadu dan menyeluruh disinyalir merupakan salah satu pendekatan terbaik yang seyogyanya dilakukan agar amanat Agenda 21 dapat diimplementasikan.  Pengelolaan terpadu dan menyeluruh ini pada hakekatnya bertitik tolak pada upaya untuk memanfaatkan sumberdaya secara arif untuk sebesar-besarnya kesejahteraan sosial, tetapi tetap berupaya untuk mempertahankan keberlanjutan sumberdaya tersebut.  Secara lebih spesifik, pengelolaan terpadu dan menyeluruh ini memberikan ultimatum terhadap perlunya menyeimbangkan upaya konservasi dan bisnis.

Konservasi dalam hal ini didefinisikan sebagai upaya preservasi dan proteksi terhadap kondisi lingkungan sekaligus memanfaatkan sumberdaya alam secara bijaksana (Web Definition for Conservation).  Dalam konteks ini, penekanan pentingnya pemanfaatan berkelanjutan untuk menopang pergerakan bisnis memang harus dilakukan.  Bisnis sendiri dalam hal ini didefinisikan sebagai usaha untuk memproduksi suatu barang agar dapat dipertukarkan dan diperjualbelikan dalam satuan moneter.  Dalam konteks ini, ekstraksi sumberdaya alam dilakukan untuk menghasilkan sejumlah manfaat ekonomi yang dinilai dalam satuan moneter.

Dengan melihat dua konteks di atas, maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa keberlanjutan bisnis akan sangat tergantung pada upaya konservasi yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya.  Dalam hal ini, bisnis memang memerlukan objek sumberdaya sebagai bahan yang akan diekstraksi untuk menghasilkan moneter yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan sosial.  Oleh karena itu, konservasi dan bisnis seyogyanya dapat berjalan seiring agar mampu mencapai kesejahteraan sosial yang optimal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: